Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan


Kepada kamu, wanita yang bahkan matanya tak berani kutatap

Assalamualaikum.

Perkenalkan, aku mahasiswa universitas terkenal tingkat 3. Sekarang ini, aku lagi belajar caranya bikin surat cinta.
Tadi aku udah nyari di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bukan Kamu Benar Benar Indah. Takutnya kamu gak tau) apa itu cinta. Maksudnya sih nyari artinya. Eh yg keluar nama kamu. Coba cari arti cinta di www.sinonim.com, yg keluar tulisan "lihat di KBBI". Berarti sama ya? Ya kan?
Intinya sih,ini surat cinta buat kamu. maaf ya kalo kata-katanya ga seindah surat yg lain. Aku cuma pengen kamu tau kalo cinta aku ya sederhana. Karena aku rasa,sederhana itu tingkatan keindahan yg paling tinggi. Ya itu juga yang dipikirin Leonardo da Vinci dulu. Jadi,biarin deh ya sederhana juga. Yg penting kita suka. "Kita" ya. Bukan aku atau kamu. Soalnya sejak liat kamu, aku pengen ngeganti semua subjek jd kita. Supaya ga ada kata aku dan kamu lagi hehehe.
Kita mungkin ga pernah ngobrol langsung. Mungkin loh ya. Kalopun pernah,kamu cuma ngobrol sama bayangan aku. Aku yang asli sih lagi ngumpet di masa lalu. Soalnya,di masa lalu aku ga setakut ini natap mata kamu. Malah aku terlalu berani. Sekarang? Waktu udah merubah aku dan kamu. Kamu makin luar biasa indah dan aku makin merasa luar biasa rendah.
Udah ya. Takut kepanjangan suratnya. Nanti ga sederhana lagi. Ya aku harap sih setelah kamu baca surat ini,aku berani liat mata kamu. Liat aja cukup ko,gaperlu sampe mata kita saling pandang. Kalo itu udah mimpi namanya. Jadi,sampai ketemu di mimpi saya nanti malam dan selanjutnya ya !

Wassalamualaikum.
Dari pria yg bahkan dalam 8 jam tidurnya,gak bisa lepas dari angan tentangmu.

Ps: surat ini becandaan doang kok. Tapi kalo perasaannya,cuma aku dan Allah yg tau. Mungkin kamu jg bisa tau kalo nanya langsung ke aku atau Allah. Terima kasih.
Sebenernya bukan ini masalahnya. Bikin surat cinta itu gampang. Gampang bgt. Tapi milih kata yg bisa deskripsiin perasaan itu susah. Apalagi objeknya kamu. Gak tau deh yg bikin susah itu milih katanya,perasaannya,atau karena objeknya kamu.


Halo. Apa kabar? Sudah lama ya kita tidak bertemu disini. Tepatnya di dalam tulisanku. Selama ini memang bukan kamu yang pergi,tapi aku yang ragu untuk datang ke pikiranku sendiri. Ragu iya,takut iya.

Dulu,tidak diundang pun aku selalu datang. Kamu sedikit saja melirik,berjuta kata langsung terpikir olehku. Hasilnya? Hampir seluruh tulisan -mungkin memang semua- terinspirasi dirimu.

Dulu,kamu selalu mengundang. Tidak dengan kata-kata memang. Hanya lewat senyuman. Dan aku hanya tergoda untuk selalu iya. Aku hanya terpancing untuk selalu menulis tentangmu. Lalu kamu? Kamu hanya senang dan tersanjung.

Tapi itu dulu. Sekarang? Ya beda.

Sekarang,diundang sekalipun aku ragu untuk bilang iya. Mungkin karena aku terlalu banyak memikirkan orang lain. Mungkin karena aku terlalu perasa. Mungkin karena sejuta kata tadi sudah dibawa pergi dan disimpan dalam-dalam oleh kenangan.

Sekarang,aku selalu ingin mengundang. Dengan sok berani,ku umbar sejuta kata untuk mereka yang bahkan tidak pernah menganggap aku ada. Untuk mereka yg bahkan tak mampu ku ajak bicara. Walau memang hasilnya sekedar perasaan lega dan sedikit harapan.

Hai. Kurasa sudah terlalu banyak aku bicara. Kuharap tidak lebih dari sejuta kata. Karena sejuta kata itu akan kau ciptakan nanti dengannya. Bahkan mungkin semilyar,seribu milyar,atau lebih. Intinya,yakin kepada cinta.

Sudah yah. Sampai jumpa lagi entah kapan. Sampaikan salamku padanya. Siapa tahu nanti aku dan dia bertemu di tulisanku. Tetap romantis dan terus bersama !

Dari penulis surat kaleng yg kau sudah tau isinya (si)apa.



Untuk kamu,wanita yang dengan santainya diam dalam khayalku,aku mulai menulis kata-kata ini.

Kamu tahu kan aku siapa? Ya! Aku adalah anak muda yang penuh dengan logika cinta. Anak muda yang semangat karena cinta,layu pun karena cinta. Walau sebenarnya,aku tak tahu pasti cinta itu perasaan macam apa.

Jadi begini,ada satu -mungkin seribu- pengakuan yang ingin aku katakan. Hmm,tunggu sebentar. Kamu tahu kan kamu itu siapa? Belum tahu? Baiklah. Kamu itu,wanita yang menjadi penyebab hanya ada sedikit bintang di malam ini. Ya,mungkin karena mereka malu pada (maaf) kecantikanmu.

Pertama,maafkan kelancanganku yang tiba-tiba menulis tentang kamu ini. Aku memang hanya punya keberanian berkata kepadamu disini. Mungkin yg kubutuhkan saat ini adalah kebodohan,kesembarangan,kecuekan,dan kegilaan. Tapi apa lacur,itu semua sifat yg aku tak punya.

Kamu mungkin aneh bagaimana bisa aku menulis ini. Ya wajar saja,setiap bertemu,mana berani aku menatap dalam matamu. Paling sekedar lirik,lalu pandanganku dibawa angin jauh pergi ke gumpalan angan tentangmu. Kalau sudah begitu,biasanya pikiranku berkata "jangan terlalu jauh berharap". Oh iya,jauh itu maksudnya sampai ke hati. Karena katanya,entah siapa,ada sebuah palung yg sangat dalam di hati ini. Susah kembali kalau sudah jatuh kesana.

Iya,iya. Aku memang pernah tersenyum padamu. Tapi itu pun sudah kupaksakan. Asal kamu tahu,lengkung senyumku itu bukan tercipta begitu saja. Itu hasil pergolakan keinginan dan ketidakkeyakinan. Keinginan untuk tersenyum kepadamu dan ketidakkeyakinan apakah senyum ini betul berpengaruh padamu. Bukan mengharapkan senyummu,bagiku itu melebihi perkiraan awal. Ya setidaknya membuatmu melihat senyumku lebih lama dari biasanya. Itu cukup.

Mencintaimu,dicintai olehmu,menyanyangi mu,disayangi olehmu,diperhatikan olehmu,dan memerhatikan dirimu. Itu yg kau anggap ketidakmungkinan. Menggenggam jemarimu,mengelus kepalamu,dan mencubit pipimu. Itu yg mereka sebut khayalan semu. Sedangkan melindungimu,membimbingmu,dan membahagiakanmu. Itu yg kupikir harapan yg terlalu jauh.

Kenyataannya? Saling pandang,tegur sapa dan sedikit basa-basi. Bahkan sekedar obrolan seru pun tidak ada. Maklum,aku memang penakut dan pecundang.

Ingatkah kau saat kita hanya berdua? Saat dimana aku dan kamu duduk bersebelahan. Saat dimana kau lihat betapa pecundangnya aku. Saat dimana malam berlalu begitu cepat karena ketidakberanianku,dan saat sinar matahari terasa begitu dingin karena sikapmu. Saat dimana kita sama-sama diam,kita sama-sama tak pandang,dan kita sama-sama takut. Aku takut menyapamu dan kau takut menjawab sapaku.

Tapi apakah kau tahu,dalam diamku,aku tetap memikirkanmu. Dalam tidurku,aku masih tetap memimpikanmu. Dan dalam tawaku,selalu ada wajahmu. Apakah kau tahu,dalam diammu,aku tetap mengharapkanmu. Dalam tidurmu,aku tersenyum padamu. Dan untuk tawamu,aku rela berbagi dengannya.

Sampai saat ini pun,aku belum menyerah. Mungkin tidak akan pernah. Paling hanya sekedar putus asa. Paling hanya sekedar berpikir bahwa kau hanya pertanyaan dan aku bukanlah jawaban. Tenang saja,menyerah untuk terus memandangmu,memikirkanmu,dan memimpikanmu adalah sebuah ketidakmungkinan. Yang mungkin untuk saat ini,aku hanya bisa melindungimu,membantumu,dan menyemangatimu. Dan maaf bila sikapku itu membuatmu resah.

Untuk kamu,wanita yang tidak tergambarkan oleh sekedar kata cantik,aku berharap.

Aku berharap kamu membaca tulisanku ini. Karena hanya inilah harapanku agar kamu tahu bagaimana perasaan ku sebenarnya. Hanya inilah cara agar kata cinta benar-benar ada diantara kita. Aku harap nantinya pandangan kita berdua dapat bertemu ditemani sang senyum,tanpa malu dan takut lagi. Aku juga berharap,kamu tidak merasa jijik dan benci kepadaku karena tulisan ini serta tidak menggangu hubunganmu dengan dia (pria itu).

Satu lagi,aku harap waktu membawa keberanian bagiku (atau kita berdua) untuk mengucapkan janji takkan berpisah selamanya.......


Berawal dari perbincangan tanpa alur pasti,dibawah tenda warung seafood pinggir jalan dengan iringan deru knalpot pada nada D dan hembusan asap yg tak terasa,mengalir pernyataan yg membuatku -Anonim- merasa terganggu.

"Gua lagi suka nih sama cewe. Gua tertarik sama dia,dan gua emang butuh sosok dia sekarang. Tapi pacar gua disana gimana ya? Gua sih ga kenapa-kenapa. Tapi gimana ya? Masa gua putusin? Ah nunggu diputusin aja deh"

Dengan nada "Gua" nya,dia bertanya sekaligus menegaskan status dan pola pikirnya. Tak lama berselang,timbul pertanyaan di dalam diri yg sebenarnya sudah tahu jawabannya.

Apa itu pacar?

Ya,apa itu pacar? Dan sejurus kemudian,aku dibrendel jawaban-jawaban naif yang dibekingi logika cinta (katanya). Pacar itu pasangan kita (katanya). Pacar itu kekasih kita (katanya). Pacar itu belahan jiwa kita,orang yang paling kita cintai,kita sayangi,dan orang yang selalu ada di hati kita. Ya,katanya katanya,dan katanya.

Jika sedikit dikaitkan,arti pacar sebenarnya sudah ditemukan Einstein jauh-jauh hari yang lalu. Teori Relativitas menunjukkan bahwa arti dari pacar pun relatif,tergantung sudut pandang tiap manusia. Ini awam disebut subjektivitas -atau hanya pendapat penulis saja-
Sebagian orang menganggap pacar itu adalah pasangannya,pendampingnya. Jadi,dalam setiap geraknya harus selalu seperti alas kaki. Berpasangan,dan saling berdekatan. Kata mereka,yang kusebut alas kaki,jauh itu rentan akan ketidaksetian,kekosongan,dan kegalauan. Jadi,ketika berjauhan,mereka rela mengubah bentuk dan merk jualnya hanya agar mendapatkan sebuah alas kaki yang bernasib sama,atau hanya belum tahu kaki mana yg harus dialasi. Semacam bunglon. Tapi masih harus kupikirkan lagi,bagaimana rupa alas kaki yang seperti bunglon. Kalau tidak jijik,ya menjijikkan. Uh !

Ada juga sebagian orang yang beranggapan -bisa disebut berharap- pacar adalah kekasih hatinya,orang yang selalu ada di hatinya. Mereka tak gentar dengan jarak dan godaan cinta lainnya. Mereka bilang,ini lah kekuatan cinta yg sesungguhnya. Kilometer yg menggarisi hubungan mereka dihapus oleh "kekuatan cinta" yg terbukti dengan umur cinta mereka yang memakai satuan tahun. Tapi,satu pertanyaanku menghancurkan semua omong kosong ini. "Punya berapa mantan?" DANK !
Ada yang menjawab dua,satu,bahkan lima. Kusimpulkan,mereka lupa memasukkan faktor waktu dalam hitungan cinta mereka. Kurasa,yang mereka maksud dengan "kekasih yang selalu ada di hatinya" berlaku mulai tanggal tertentu sampai tanggal tertentu lainnya. Bukan untuk selamanya. Jadi,mungkin kah yang mereka sebut "mantan" itu pernah mereka akui sebagai "orang yang selalu ada di hatinya"? Setahuku,selalu itu berarti selamanya. Atau setidaknya sampai kita mati (bagi manusia). Jadi,ada berapa org yg selalu ada di hati mereka? Apa itu cinta sejati? Apa itu kekasih hati? Apa itu pacar? Memang terkesan kasar,tapi bagiku mantan pacar itu adalah pacar dimasa lampau dan pacar saat ini adalah mantan pacar di masa depan. Masalah waktu saja kan?

Bagi sebagian kecil,pacar mungkin hanya sekedar selingan,sekedar gaya-gayaan,sekedar bahan taruhan,atau bahkan sekedar ketidaksengajaan,keterpaksaan dan rasa kasihan. Tapi bagiku -anonim- pacar adalah sebuah kata yang diciptakan untuk dipelajari maknanya lebih dalam lagi. Itulah pendapatku yang sinis. Mereka tidak bisa protes.

Oh iya,satu yg menarik. Ada yang menyatakan pacar adalah orang yang akan dinikahinya (hebat sekali). Hanya ada 2 kemungkinan sebenarnya. Dia seorang peramal yang sok tahu atau dia seorang yang serius. Aku tidak akan membahas tentang peramal. Magis bukan keahlianku. Jadi,akan kubahas pernyataanku yang kedua.

Seseorang yang serius akan benar-benar menganggap pacarnya sebagai masa depannya. Bukan apa-apa,mayoritas dari mereka memiliki visi yang jauh ke depan. Bahkan terlalu jauh hingga realita menjadi ilusi semata. Tidak sedikit dari mereka yang kehilangan visinya -bahkan kepercayaan terhadap cinta- tepat setelah berdiri diatas kata putus. Hilang sudah angan menikah dengan orang yg tadinya berstatus teman.

Tapi,apa mereka tahu definisi istri/suami itu apa? Apa ciri-ciri nya dan bagaimana bentuknya?
"Istri ya wanita yang kita nikahi karena kita mencintainya. Bahkan sehidup semati" itu ucap seorang pria yg duduk di meja sebelahku. Dasarnya pengecut,aku hanya mengangguk dan tersenyum,tapi memperdebatkan ini dengan akal dan perasaanku.

Apa benar seorang suami menikahi sang istri karena itulah wanita yang paling dicintainya sehidup semati? Tunggu dulu,untuk ini aku perlu pemikiran yg lebih jauh. Jika itu benar,lalu bagaimana dengan poligami,perselingkuhan,dan perceraian? Yakinkah kalian bahwa orang tua kalian menikah karena sama-sama mencintai? Yakin tidak ada orang yg dicintai orang tua kalian selain suami/istrinya? Yakinkah kalian akan ini semua?

Perlu kalian ketahui,ada pasangan suami istri yang menikah hanya karena taat kepada perintah Tuhannya. Ada juga yang terpaksa karena sudah tradisi keluarga. Bahkan ada yang berkorban demi nyawa sang pasangan,layaknya skenario film pendek di tv nasional siang tadi.

Kupikir,istri lebih kepada status yg diberikan kepada seorang wanita yg secara hukum (apapun) telah berkomitmen untuk menjalani hidup bersama seorang pria. Begitu juga suami. Ya,mirip seperti pasangan hidup,dan mungkin berdagang. Ketika kedua pihak merasa diuntungkan,maka pernikahan mungkin saja terjadi. Cinta lebih sekedar bumbu pernikahan saja. Jadi,sampai saat ini,belum ada yg mampu memastikan apakah sang istri adalah orang yg paling dicintai sang suami atau bukan. Begitu juga sebaliknya. Dan kurasa,takkan ada yang mau membuat alat yang bisa menyelesaikan masalah tadi. Karena mungkin,"perang" jadi tinggal menunggu siapa yang pertama berteriak "serang"
Masalah perasaan memang susah ditebak. Yang tahu paling hanya si pemilik dan Tuhannya. Tidak pasangan,tidak juga musuhnya. Ya,cinta termasuk perasaan. "Aku cinta kamu" tidaklah sama dengan "1+1 = 2". Kenapa? Karena tidak ada yang bisa membuktikan keabsahan pernyataan "aku cinta kamu",bahkan oleh pernikahan. Ujung-ujungnya cinta hanya masalah kepercayaan,walau memang bukan seperti agama.

"Lalu batasan cinta apa?" Tanya bapak-bapak di meja sebelah lagi. Aku cuma menggeleng tanda tak tahu. Atau bingung,mungkin. Karena kupikir,cinta itu tanpa batasan. Aku,bisa saja mencintai kamu dengan sepenuh hatiku. Tapi,aku juga bisa mencintai dirinya dengan sepenuh hatiku (pula). Jadi apa batasannya? Apa ada peraturan dalam mencinta? Apa ada larangan mencintai seseorang? Setahuku tidak ada. Karena bahkan Tuhan sekalipun tidak melarangnya. Jadi akan naif sekali jika kita -makhluk ciptaan Tuhan- merasa suci dengan melarang orang (termasuk penulis) mencintai orang lain dan hanya memperbolehkan satu cinta saja.

"Tapi,bukankah selingkuh itu perbuatan buruk? Apalagi bagi yang sudah menikah" Lagi-lagi bapak itu memotong pikiranku.

Oke,aku mulai kesal dan (kembali) hanya tersenyum. Mari kita perjelas,apa makna selingkuh ini. Kalau tentang seks,itu jelas sudah kelewat batas,kecuali bagi anda yg merasa binatang. Tapi,itupun masih bersifat subjektif. Pasti masih ada yang beranggapan seks itu bebas dilakukan. Jadi,mari mulai sekarang kita bedakan seks dan cinta. Apa yg salah dengan "membagi" cinta. Akui sajalah,tak mungkin kalian hanya punya satu cinta seumur hidup kalian. Iya kan? Karena itulah,aku -anonim- yakin cinta tak mungkin hanya satu.

Hah,sepertinya ini sudah semakin jelas saja. Mulai dari pacar,istri,sampai cinta.

"Aku belum !" Teriak wanita manis di belakang mejaku. Ternyata daritadi dia menyimak (atau mungkin membaca) pikiranku. "Aku belum. Aku belum punya semua itu. Pacar,suami,apalagi cinta".

"Lantas?" Itu kata yang ingin kukatakan. Tapi,tetiba kubatalkan inginku saat melihat tatapannya. Tatapannya tajam,dan menembus dalam korneaku. "Wanita ini serius" Ucap pikirku.

"Anda apa? Maaf,maksud saya siapa?"

"Saya wanita yang masih sendiri. Daritadi saya rasa,saya tidak pernah disinggung"

"Oh maafkan pikiran saya ini,nona. Tapi saya pikir,saya tidak perlu membahas nona lebih jauh"

"Lalu bagaimana pendapat anda tentang perasaan saya yang tidak percaya akan cinta?"

"Oh itu,bagi saya itu tidak masalah. Cinta tidak perlu anda percayai,dan cinta pun tidak perlu kepercayaan anda. Tapi yakinlah nona,jodoh itu sesuatu yang nyata. Bahkan mungkin,nona sedang berbicara dengan jodoh nona nantinya"

Setelah itu aku -dan pikiranku- pergi dan meninggalkan pandanganku kepada orang-orang itu.



Nb: Penulis adalah seorang anonim yang berharap suatu hari nanti akan mendapatkan seorang istri.

Wahai tuan,apa sebenarnya aku -kusebut begitu karena ku tahu kita berbeda- ini?

Kalo benar itu pertanyaanmu,ku jawab mereka bilang kamu,kalian manusia,makhluk berakal yg paling beruntung di alam semesta. Otak yg kalian miliki,tak dimiliki makhluk lain di dunia ini. Bahkan aku yg kalian anggap sempurna ini tidak punya nafsu yg kalian miliki. Walau aku tak yakin apa aku memerlukannya. Kalian terbuat dr setetes cairan dan telur,tp begitu kuat. Kuat menghadapi segala cobaan,termasuk kuat karena berani menentang pencipta kalian. Kalian memiliki perasaan dan otak yg jika dipadukan akan sangat dahsyat,walaupun sedikit yg seperti itu. Sampai-sampai aku iri,satu-satu nya keharaman yg mungkin kulakukan,pada kalian. Surat cinta dr tuhan itu penyebabnya. Sekali lg kutegaskan. Kamu,kalian manusia,adalah makhluk yg paling beruntung.

Mengapa kami harus berbeda? Beda kelamin beda ras beda agama beda kebudayaan beda kelakuan?

Liburan kalian habiskan ke tempat-tempat hiburan untuk mencari tantangan,ketegangan,dan rasa takut yg berakhir dengan kesenangan,walau tak sedikit uang yg dikeluarkan dan kadang lupa kapan waktunya sejenak berdoa walau hanya di angan.
Asal kalian tahu,tuhan pun sajikan tantangan kepada kalian. Walau memang berada pada dimensi yg berbeda. Aku sebut tantangan itu,kehidupan. Apa pernah kalian pikirkan bagaimana jadinya jika tak ada perbedaan di dunia ini? Mungkin rasanya sama seperti air embun yg baru saja ku sentuh. Bening tp hambar. Dengan perbedaan,kalian dituntut untuk menciptakan suatu persamaan. Suatu tantangan bukan? Tuhan berikan semua itu dengan begitu indahnya,tanpa cacat tanpa terkecuali. Bahkan kepada sebagian kalian yg tak mengenal Nya. Memang benar-benar beruntung.

Cinta,satu kata yg sampai saat ini tak ku mengerti. Apa itu cinta? Apa harus kami semua berpasangan? Siapa yg menjadi pasanganku?

Dulu,ketika adam -leluhurmu- diciptakan,kupikir dia akan menjadi satu-satunya makhluk tuhan yg paling tak berguna. Lemah,berdosa,tak berdaya. Dan aku masih memiliki pikiran seperti itu ketika tuhan menciptakan hawa -leluhur pasanganmu-. Kupikir,dia,hawa,hanya diciptakan untuk membantu adam yg tak berdaya. Tp aku salah. Mereka menjadi bertambah kuat,saling menutupi satu sama lain. Selama ini belum pernah kulihat hal seperti itu,baik di bangsaku dan bangsa makhluk-makhluk terkutuk (iblis) itu. Walau pada akhirnya mereka diturunkan ke bumi sebagai hukuman,aku tetap kagum kepada mereka berdua. Betapa beruntungnya mereka pernah melakukan kesalahan besar. Kukatakan beruntung karena dengan begitu,mereka akan tahu bagaimana melakukan sesuatu yg benar. Kuakui,aku belum pernah salah,sehingga tak tahu apa ini benar atau salah. Tp mereka berdua terus berjuang sampai akhirnya kalian ada di dunia ini. Hebat bukan? Inilah yg kusebut cinta. Kekuatan menyatukan dua pribadi,dua kehidupan,dua perbedaan menjadi satu kekuatan besar. Perasaan saling memiliki dan saling melengkapi. Ah sudahlah,aku tak tahu pasti. Aku tak pernah mengalaminya. Yg pasti,kalian beruntung tuhan memberikan kalian pasangan. Mengenai siapa pasanganmu,aku tak tahu. Kudengar jodoh ada di tangan tuhan. Silahkan kamu datangi tuhan dan tanya sendiri padanya. Tp kuyakin,kalo kamu lakukan itu,kamu hanya tau siapa pasangan kamu seharusnya,tanpa bisa memilikinya. Kamu berani wahai makhluk beruntung?

Daritadi kau sebut tuhan tuhan dan tuhan. Siapakah dia? Sehebat itu kah? Apa pernah ada yg melihatnya? Bagaimana aku bisa percaya?

Hahaha dasar bodoh. Kamu kira kamu berbicara dengan siapa? Cahaya? Sejak kapan einstein atau siapalah ilmuwan kebanggaan kalian itu yg bisa berbicara dengan cahaya? Atau sekedar mengutarakan teorinya? Akulah salah satu contoh keajaiban tuhan. Apa pernah kamu pikir siapa yg membuat alam ini dengan segala keindahannya? Siapa yg mengatur semua ini dengan sempurna? Mesin? Ilmuwan-ilmuwan itu? Pemerintah? Kupikir,tuhan menciptakan otak untuk berpikir,tp sepertinya kalian tidak memakainya ya? Atau jangan-jangan kamu belum membaca surat cinta dari tuhanmu? Ah benar-benar bodoh. Tuhan itu,tak ada satupun yg mengetahui bentuknya. Mungkin aku tahu,tp kurasa seluruh uang yg ada di bumi ini masih kurang untuk membuatku mengatakannya. Ingatlah,kamu tak perlu melihat udara untuk bernapas. Begitu jg dengan tuhan. Kamu tak perlu melihat tuhan untuk percaya bahwa Dia itu ada. Itu yg dinamakan keyakinan. Beruntung kamu masih sempat menyadarinya.

Tuhan maha kuat,maha kuasa. Tp apa yg paling tuan kagumi dari kekuatan tuhan?

Maha pemaaf. Itulah kekuatan tuhan yg mungkin membuatku tak percaya sampai saat ini. Bayangkan saja,Dia mampu mengampuni kalian yg telah melupakannya,tak berterima kasih padanya,tak mengakuinya,tak taat padanya,bahkan tak mempercayainya. Bagaimana bisa? Itulah tuhan. Bahkan,dia berjanji memasukkan kalian semua ke surga asal kalian bertaubat. Mudah sekali bukan? Mungkin kalian iri kepada yahya,manusia yg tanpa dosa. Tp tahukah kalian,tuhan akan mengganti -mengambil nyawa- orang yg tanpa dosa dengan orang yg berdosa tetapi mau bertaubat padanya. Sungguh luar biasa. Betul kan? Jadi janganlah kamu bersenang-senang dengan umur panjangmu. Itu berarti kamu memiliki banyak dosa dan masih diberi waktu untuk bertaubat. Sungguh beruntung.

Terakhir tuan,apakah aku benar-benar dapat berbicara dengan tuan? Apakah ini benar-benar tuan?

Mungkin ini saatnya aku bilang kamu kurang beruntung. Kamu sedang berbicara dengan dirimu sendiri,bodoh. Tahukah kamu,jawaban atas semua pertanyaan yg ada di dirimu,telah ada di dalam dirimu sendiri. Hanya saja kamu belum tahu cara mengungkapkannya. Atau,sekedar memikirkannya. Kamu hanya takut dan tidak yakin. Jadi yakinkan dirimu sendiri,cobalah berusaha dengan keras,baca kembali surat cinta dr tuhanmu. Dan bila itu semua belum berhasil,kamu boleh bertanya kembali kepadaku -atau dirimu sendiri-




"Jomblo itu kaya pegel-pegel. Emang sakit sih waktu dipijit,tp lama kelamaan jg enak ko" -Aa Jamal, 32 th, tukang pijit

"Hidup itu kaya benang dan kita penjahitnya. Mau gmn cara ngejait dan bentuk bajunya,asal itu jadi baju,berarti bisa dipake. Ya,baju itu analogi dari kesuksesan" -Pa Latif, 57 th, penjahit

"Jangan pernah deh mau otaknya kaya Google. Dia kan cuma 'perantara' doang. Padahal otaknya mah punya orang lain. Malu tau" -Yahya, 20 th, pengguna Yahoo

"Di dunia ini,ga akan pernah ada satu hal pun yg salah di mata manusia. Semua pasti bener. Soalnya,manusia itu subjektif. Lain kalo kita liat berdasarkan mata Tuhan" -Pa Adang, 47 tahun, Filsuf

"Bukan berarti aku tidak mencintaimu. Aku hanya ingin mencintaimu dalam dimensi yg berbeda. Dengan perempuan lain didalamnya" -Andi, 38 tahun, Pengusaha beristri 3


Kupikir kau akan tetap membiarkan delapan jam itu tetap menjadi milikku. Setelah kau ambil enam belas jam yang lain untukmu. Enam belas jam setiap hari kuhabiskan denganmu, dan apabila aku sedang tidak bersamamu, kuhabiskan untuk melamunkanmu.
Kupikir aku tetap akan memiliki delapan jam yang tersisa untukku, delapan jam yang benar benar milikku, tanpa kehadiranmu.
Tidak, kau tidak sedang menggangguku, aku tidak merasa marah padamu. Hanya karena kau mencuri delapan jam milikku.
Hidupku berjalan seperti biasa, dua puluh empat jam dalam sehari. Tapi tidak sedetik pun tersisa untukku.
Aku ingin selalu bersamamu, dan apabila aku sedang tidak bersamamu, aku pasti memikirkanmu, dan apabila aku sedang tidak memikirkanmu, aku pastilah tertidur, dan dalam tiap tiap detik lelapku, dan tiap tiap detik delapan jamku aku memimpikanmu.
Kau perampas delapan jam lelapku.
Aku tak habis pikir bagaimana bisa aku begitu mencintaimu.

Disadur dari novel Bidik! karya Nugroho Nurarifin



sebenernya saya masih bingung. apa ada istilah temen baru dan temen lama (mantan temen) ?
kalo ada,apa ya definisinya? ada yang tau? soalnya saya sudah mencari di wikipedia,google,bahkan saya sudah bertanya kepada semua orang. tp semua malah bertanya "masa iya ada istilah kaya gt". tuh kan bener. bener-bener bingung maksudnya.
jadi,pertanyaan saya nambah satu lg. pertama,"apa ada istilah kaya gt?". kedua,"apa definisinya?" ada yg bisa bantu ga?
yah,jangan nanya kenapa saya nulis ini. kan saya yang nanya,knp jd ditanya terus.
ini jg kan gara-gara temen deket saya ada yang kaya gt. masa pas udah lulus sekolah dan dapet sekolah baru,dia kaya gt coba. sekarang udah punya banyak temen-temen baru terus lupa sama saya (mungkin). padahal dulu udah kaya sodara. mungkin ga sih kata temen saya kalo dia itu kaya kacang lupa kulitnya? kata ibu saya jg gini " masa belum jg sukses udah sombong". jd saya gasalah kan ngerasa gt?
bukan sirik bukan apasih,cuma agak gmn aja gt. bukan ngebahas apa-apa jg. saya ngerti dia mungkin sibuk atau udah jauh sekarang mah. saya sih pengennya santai aja tp temen-temen saya yg lain jg pada bilang dia jd aneh sih. saya jg jd kebawa males ah sama dia. tp semoga ga gini terus ah,gaenak. semoga dia ga kaya gt terus biasa lg deh. kan jadi enak. udahan dulu nulisnya. cape. ngerjain pr dulu buat bsk terus tidur. daah.


catatan Andi,14 tahun


okeee,ini salah satu tulisan "nakal" gw hahaha. lg nyoba-nyoba nulis gini ah,seru jg haha. selamat menikmati :)

Selalu kutunggu saat itu
Saat dimana Kau berikan anugerah Mu itu
Anugerah-anugerah yang indah itu
Ya,yang sangat indah itu

Syukur selalu kuucap disetiap detak jantungku
Kunikmati semua anugerah Mu dengan sepenuh hatiku
Tapi ada satu yang mengganjalku
Satu anugerah biadab,menurutku

Apa? Siapa yang mendebatkan hal ini?
Bahkan aku belum menyebutkan satu kata pun saat ini
Sebenarnya siapa yang tau apa ini?
Tak ada kan? Ya,setidaknya untuk saat ini

Kusebut anugerah itu sebagai hawa nafsu
Atau bagaimana kalau kusebut birahi?
Bisa tidak?

Pernah terpikir olehku
Tampaknya,anugerah ini ada saat kaum hawa diciptakan
Tp apa hanya kaum adam yg mendapatkannya?
Iya? Mengapa?

Bagiku,hal itu sangat tak adil
Namanya hawa,tp adam yg mendapatkannya
Atau lebih tepat tersiksa karenanya
Iya kan?

Ini sungguh menyiksa
Sangat sangat menyiksa
Kamu tau kan rasanya?

Setiap saat ingin kuraba setiap inci tubuhmu
Ingin kujamah setiap pori kulitmu
Ingin kubasahi tubuhmu dengan liurku
Dan itu belum seberapa

Ingin kukulum semua bagian bibirmu
Ingin kukecup dahi, hidung, pipi, telinga, leher, dan dadamu
Ingin kuraba semua itu
Namun itupun belum seberapa

Ingin kusayat kumpulan benang yg membalut dirimu
Ingin ku rampas sisa-sisa debu yg menutup tubuhmu
Ingin ku gagahi dirimu terus dan terus
Terus tanpa henti

Tapi bukan itu yg menyiksa
Bukan itu yg tak adil
Bukan itu yg aku takutkan
Bukan itu yg aku permasalahkan

Waktu
Sampai kapan aku harus menunggu?
Aku hanya takut aku tak kuasa menahannya
Aku takut tak bisa menguasainya

Oh Tuhan,apa mereka (wanita) merasakannya juga?
Apa kami sama?

Jujur kukatakan padaMu,Tuhan
Saat ini aku sangat sangat tidak ingin
Anugerah biadabMu itu

Maafkan aku Tuhan


Merupakan suatu kebutuhan dan keperluan bagiku untuk hidup dengan cahaya. Bukan apa-apa,aku hanya tak bisa hidup tanpanya. Cahaya yang putih suci,terang berkilau,dan selalu bersinar. Aku butuh semua itu. Sangat butuh. Dan karena itulah aku disini.

Setiap hari aku hanya akan selalu mengelilingi cahaya itu. Tak akan ada kegiatan lain. Bukan apa-apa,aku hanya tak ingin cahayaku diambil. Dan aku sendiri tak bisa jauh darinya. Kalaupun pernah aku tinggalkan,bukan berarti aku telah kuat dan telah bisa hidup tanpa cahaya. Bukan pula berarti aku telah melihat cahaya lain yg lebih indah dan bersinar. Aku hanya sekedar berkumpul bersama koloni ku. Walau sebenarnya aku sangat takut cahaya itu meredup saat kutinggalkan.

Wajar memang jika cahaya itu lama kelamaan meredup. Tak mungkin selamanya akan selalu terang benderang. Tp aku tak akan diam saja dan malah pergi. Bukan apa-apa,aku hanya takut cahaya itu benar-benar mati. Aku hidup karenanya. Mungkinkah kubiarkan cahaya itu tak bersinar lg? Sampai aku yang benar-benar mati,aku akan berusaha mencari cara agar cahaya itu selalu terang seperti biasanya.

Sejatinya,usahaku itu tak pernah membuahkan hasil yg signifikan. Karena aku benar-benar tak tahu bagaimana cara membuat cahaya itu tetap bahkan lebih terang dari biasanya. Tampaknya,usaha-usaha yang kulakukan selalu gagal. Bukan apa-apa,tp itu yang aku rasakan. Walau telah dibantu koloniku,tapi aku tetap tak bisa.

Kadang muncul pertanyaan dalam diriku,"apakah aku bisa mempengaruhi cahaya itu?". Bukan apa-apa,aku hanya merasa ragu aku bisa. Aku rasa,hanya cahaya itu sendiri yang bisa melakukannya. Biarpun aku tak pernah menyerah,semua usahaku tak akan berguna jika cahaya itu yang tak menginginkannya. Bukankah begitu koloniku?

Ya sudahlah. Aku akan terus berusaha terus tanpa henti walau kutahu pasti akhirnya akan bagaimana. Bukan apa-apa,dengan waktu hidup sesingkat ini,aku sangat memerlukan cahaya itu. Aku hanya tak bisa hidup tanpanya. Tak bisa.


Aku msh bertanya-tanya mengapa. Kamu tahu sangat sulit mengatakan selamat tinggal di saat seperti ini? Sekarang kamu hilang,dan hanya tinggal kenangan yg aku punya.

Maafkan kepergianku,yg ingin kau bahagia. Maafkan caraku ini,yg tak ingin kau makin terluka. Maaf aku selalu menyalahkanmu atas ketidakberdayaanku. Sebenarnya,ku sakiti hatiku sendiri saat ku sakiti hatimu. Sadarkah kamu akan hal itu?

Andai ada satu hari saja untukku katakan betapa aku merindukanmu. Kadang aku ingin menghubungi mu,tp aku yakin itu percuma. Kadang aku ingin sembunyi dr kerinduanku,tp aku ingin mendengar suaramu. Tak ada yg bisa aku lakukan untuk mendapatkan satu kesempatan lg,untuk melihat matamu dan senyummu. Tak ada.

Pasti suatu hari nanti,kita akan bersama lg. Aku percaya kita bisa melakukannya. Aku yakin kita tak akan mengucapkan selamat tinggal lg. Karena diriku terlalu mencintaimu. Aku mencintaimu lbh dr hidup itu sendiri. Percayakah kamu?

Kurasa,inilah tangisan terakhir ku. Tak ada lg kata yg terucap,tak ada lg tetes air mata. Terima kasih untuk semuanya. Aku akan membawa rasa sakit itu pergi jauh bersamaku.

Sekarang aku duduk diam dan berharap semua rasa sakit itu hilang.


disadur dari beberapa larik lagu untuk mata coklat itu


Saat itu,19 juli 2010,derasnya hujan menyadarkan aku akan satu hal. Tuhan tak akan menciptakan satu peristiwa tanpa makna di dalamnya. Walau kebanyakan orang tidak suka akan datangnya hujan,terutama hujan deras,aku lbh suka untuk memikirkan apa makna hujan ini.

10 km telah kutempuh,tp blm juga kutemukan apa makna hujan itu. Yg ada hanya air mata kesedihan yg jatuh bersama derasnya hujan. Percuma. Kurasa aku tak akan menemukannya. Sulit memang,dalam keadaan seperti ini aku tak bisa berpikir jernih. Ingin sekali aku bawa cepat motorku lalu " BRAKK !! " tabrakan dahsyat yg membuatku terkapar. Sesaat pikiranku dikuasai setan. Kubawa motorku dengan kecepatan tinggi. " WUSS !! " Hampir truk td menabrakku. Tp hanya hampir. Ku cari lg kesempatan bodoh itu. Tak lama," TEEEENN !! Goblok sia ! ". Klakson mobil yg diiringi "klakson" sang sopir bus menyerangku. Untung saja hanya kaca spion ku yg pecah. Tp aku malah tak senang. Keinginan untuk terkapar di rmh sakit sangat menghantuiku. Aku berjanji,kesempatan berikutnya aku tak boleh gagal.

Tepat 5 menit sesudah itu,kulihat samar seorang pria tak berjas hujan bersama seorang wanita berjas hujan yg diboncengnya. Kuikuti terus. Aneh pikirku. Bukankah seharusnya si pria yg notabene merasakan derasnya hujan yg memakai jas hujan? Apa dia rela menerima derasnya hujan demi sang wanita yg sebenarnya sudah terlindungi tubuh sang pria? Pengorbanan atas dasar rasa sayangkah? Bukankah akupun begitu? Benar kan?

Sudahlah.

Kuambil jalan memutar agar ku tak perlu lg melihat mereka. Jauh ku menyusuri kota,hujan tak jua mereda. Sesekali petir menyambar. Tak lama,mungkin hanya dua atau tiga menit. Tp ini membuatku berpikir. Kurasa,hujan amatlah adil. Mereka selalu menyisakan waktu bagi petir. Padahal tetes air hujan bersama kumpulannya sedang berlomba untuk turun ke bumi. Tp selalu ada waktu bagi petir. Apakah ini karena rasa sayang pula? Kalaupun iya,mengapa dia tak bisa seperti air hujan itu? Tak perlu lama-lama,hanya 2 atau 3 menit saja. Takbisa kah?

Sudahlah.

Kubawa cepat motorku agar ku segera melupakan apa yg kupikir td. 60,70,80 km/jam kulampaui. Tak sampai 100 km/jam,ku hentak kuat tuas rem hingga motorku berhenti sempurna. Kurasa ada yg aneh. Bukan motorku,tp air hujan ini yg aneh. Mereka tak lg membasahiku. Hanya tinggal rintiknya saja yg tersisa. Perlahan hujan yg tadinya deras mereda. "Bisa jg ternyata hujan deras ini mereda",pikirku. Tak sampai hilang memang,tp sudah tdk membasahi. Tapi,cinta dia padaku tak seperti itu kan? Tak akan pernah "mereda" kan?

Sudahlah. Kuakhiri saja perjalanan ku ini.

Terima kasih banyak hujan.


Kata pertama yg akan ku tulis adalah menjaga. menjaga adalah tugasku yg utama sebagai seorang anjing. Ya,seorang anjing. Bkn seekor.
Dia,majikan terbaikku,adalah satu-satunya orang yg wajib aku jaga. Baik secara fisik maupun emosional. Seperti kata ayahku,anjing memang diciptakan untuk melakukan hal itu. Dan aku akan menjaga majikanku dgn sepenuh hati layaknya anjing jantan seharusnya.
Oh iya,aku blm memperkenalkan majikanku. Dia adalah orang yg sangat baik. Dia selalu memerhatikan dan merawatku. Lembut sikapnya,menunjukkan betapa lembut hatinya. Bahkan, bisa kukatakan kalau menjadi binatang peliharaannya merupakan suatu kebanggaan. Dan memang,tak sedikit binatang yg ingin dipelihara olehnya. Dan aku menjadi binatang yg beruntung karena dipelihara olehnya. Pernah ada seorang tupai coklat yg sangat ingin menjadi peliharaannya. Tp sayangnya,dia sedang tdk ingin memelihara hewan apapun saat itu. Padahal,tupai itu dapat menemaninya sampai ia tertidur di larutnya malam,satu hal yg tdk dpt aku lakukan. Aku hanya mampu menjaganya di luar tanpa bisa menemaninya. Namun,beruntungnya aku tdk mengalami hal seperti itu.
Tp apa yg telah kulakukan adalah suatu perbuatan yg hina. Anjing mana yg menggigit majikannya sendiri selain anjing hina? Aku selalu ingat kata-kata yg sering diucapkan oleh ayahku bahwa anjing yg menyakiti majikannya adalah anjing hina. Dan itulah aku. Saat ku bermain ataupun bercanda dengannya,selalu saja aku tak sengaja menggigitnya dan membuat ia menangis. Salahku memang,tp itu bkn niatku. Niatku hanya menjaganya.
Berkali-kali aku mencoba menghiburnya,selalu saja gagal. Mungkin anjing memang bkn penghibur yg baik. Tak seperti kucing yg dulu dipeliharanya. Tingkah dan penampilannya yg lucu selalu membuat majikanku tertawa senang. Bila dibandingkan,mungkin aku kalah segalanya. Tp,ada satu hal yg membuatku merasa lebih darinya. Dia tdk pernah bangga telah dipelihara olehnya. Dia tdk pernah mengakui majikannya. Berbeda denganku. Seperti kataku td,menjadi peliharaannya merupakan kebanggaan. Dan aku bangga mengakuinya,tanpa harus ada yg meminta.
Kata terakhir yg tepat untuk menutup catatan ku ini adalah semoga. Ya,ini berupa harapan. Harapanku semoga dia menjadi majikanku hingga aku sudah tdk mampu menjaganya lg. Dan semoga,pada akhirnya aku dapat menghiburnya dan selalu membuat majikanku bahagia.


Hahaha ini bener-bener tulisan dadakan pas gw lg ngerasa dilema bgt. Curhat sih,tp selamat membaca :)


Bila aku memang bisa seperti itu,tak peduli seberapa sering dia menceritakan kelebihan mereka,kebisaan mereka,keceriaan yg mereka berikan,ataupun semua tentang mereka,semua itu takkan mempengaruhiku. Tp sayang,aku hanya bisa berkata "bila".

Bila aku tak malu,mungkin aku akan menangis memohon padanya. Memohon agar dia tidak meninggalkanku,agar dia selalu bersamaku. Dan yg terpenting,agar dia selalu merasa bahagia bersamaku. Walaupun aku tahu,bahwa ini hanya "bila"

Bila aku mampu mengatakan "tidak",mungkin aku akan tenang. Tp aku adalah orang munafik. Kata itu sangat sulit. Dan memang aku penganut sistem melankolis yg seperti itu. Jadi,apakah kali ini "bila" jg?

Bila aku tahu perasaannya,bila dia tau perasaanku,bila bila dan bila. Ah,terlalu banyak "bila". Bila saja kata "bila" hilang,mungkin aku tidak akan seperti ini.

Bila-Mungkin-Andai


kalo yg ini,udah jelas ungkapan hati gw buat si mata coklatku hahaha najis gila. tp emang bener hehe. sebenernya ga penting,tp tulis aja lah haha. selamat membaca :)


saat itu tak akan pernah ku lupa .
saat dimana kau memandangku dengan your little brown eyes sambil tersenyum padaku dan berkata "kenapa sih?" .
hahaha , tampak konyol memang .
tp , itu membuat bilik kiri ku memompa darah lebih cepat dari biasanya .
senyuman manis di bibirmu membuat ku kembali menelan saliva ku .


tatapan indah mata coklatmu , seakan akan menerawang ke dalam retina ku .
tak terkecuali ketka kau datang dan memberi kejutan padaku .
kejutan-kejutan yang kau beri padaku , membuat vena ku bekerja keras .
beruntung , kulitku menjadi peredam suara sehingga teriakan setiap nukleus ku tidak terdengar .
ataupun suara sel-sel ku yang membelah secara mitosis dan meiosis .
haha , tp memang seperti itu .
otot-otot yang kubentuk dalam waktu lama terasa melemah ketika kau menyentuhnya .
entah mengapa , tp ya seperti itu .
dan ketika ku kembali menatap your little brown eyes itu .
ah , sulit untuk dijelaskan walaupun beribu kata sudah berdesakan menunggu giliran kapan mereka keluar dari laringeus ku .


kalo ini,gw ga tau sebenernya ini cerpen atau bukan. tapi pokonya ini ungkapan hati gw dalam berbagai situasi. sama kaya cerpen yg sebelumnya,ini jg gw buat di berbagai kondisi. enak kaya gitu teh,jd aneh ga nyambung tp keren hahaha. selamat membaca :)


Saat ini, kurasa jd waktu yg sangat menegangkan dan menyenangkan. Saat dimana kurasa kamu mulai memberikan cintamu secara utuh. Saat dimana aku mulai merasa takut. Takut kehilanganmu,takut menyakitimu,takut mengecewakanmu. Ah,kenapa aku ini? Kenapa aku menjadi penakut seperti ini? Apa karena kamu begitu indah? Apa karena kamu begitu berarti? Apa karena kamu begitu sempurna? Atau apa? Kamu membuat aku bingung. Aku bingung mengapa aku menjadi seperti ini. Dan yg membuatku semakin bingung ialah,aku menikmatinya ! Aku menikmati saat-saat dimana kamu meyakinkanku bahwa kamu tdk akan meninggalkanku. Aku menikmati saat-saat dimana kamu tahu bahwa aku takut kehilanganmu. Apakah itu gila namanya? Atau tergila-gila? Entahlah apa nama rasa itu. Yg pasti aku menikmatinya. Masa bodoh dengan kata-kata orang. Berlebihan lah,bohong lah. Tak penting sama sekali,dua kali,ataupun tiga kali. Hahaha,tampaknya aku memang sudah gila,gila karena cinta darimu itu.


Saat ini, aku tdk akan pernah bisa marah kepadamu. Aku hanya bisa terdiam. Amarahku langsung tertunduk lemas ketika melihat bahkan membayangkan wajahmu. Apa karena aku terlalu lemah? Atau justru terlalu kuat sampai tdk bisa menahannya? Tetapi,apa yg membuat diriku lemah atau kuat seperti ini? Cintamu kah? Atau apa? Aku,yg dikatakan cerdas,sampai tdk bisa menjawabnya. Apakah kamu bisa menjawabnya? Dan bila mencintaimu adalah suatu hal yg bodoh,mungkin aku adalah seorang idiot saat ini. Ya,sampai-sampai aku bangga menyebut diriku sendiri seorang idiot. Ataukah sebenarnya aku memang seorang idiot yg merasa cerdas? Lalu,orang-orang yg berpendapat aku cerdas itu orang seperti apa? Sepertinya,saat ini pengertian cerdas dan idiot itu sungguh abstrak. Tak jelas. Apa karena terselimuti cinta darimu? Ah,entahlah.
Saat ini,aku akan merasa sangat sedih bila mengecewakanmu. Aku akan menangis bila menyakitimu atau membuatmu marah. Apa ini yg disebut pria melankolis itu? Atau hanya sekedar penghalusan makna dari kata cengeng? Aku cengeng? Terakhir kali aku mendengar kata itu ketika aku berumur 8 tahun. Dan kamu kembali membawa kata itu pada saat aku telah dewasa. Apakah pantas aku dikatakan demikian? Orang-orang berpendapat bahwa aku memang melankolis,tak seperti pria lain yg kuat dan tdk cengeng. Tp aku ya aku. Beginilah aku. Tak perlu kupedulikan omongan orang-orang itu,tak penting ! Aku hanya bisa berkata pada diriku sendiri "andai orang-orang itu seperti aku". Mereka akan merasakan perasaan yg mungkin tabu bagi laki-laki ini. Tp,jika mereka semua merasakannya,apakah hal ini msh menjadi suatu hal yg tabu? Lalu,apakah hal ini msh menarik untuk diperbincangkan? Mungkin memang seharusnya begitu. Jadi setidaknya ada satu hal yg kumiliki dan tdk dimiliki lelaki lain. Tapi apakah aku harus bangga akan hal itu? Mungkin.
Saat ini,aku hanya dpt berterima kasih. Terima kasih atas semua perhatianmu. Terima kasih atas semua kasih sayangmu. Terima kasih atas semua pengorbanan dan waktumu. Terima kasih atas semua kekhawatiran yg kamu berikan. Terima kasih atas semua rasa cemburu yg kamu ciptakan. Terima kasih atas semua kesedihan yg kamu sediakan. Terima kasih atas semua yg kamu lakukan,apapun itu. Terima kasih,terima kasih,dan terima kasih. Terima kasih jg karena selalu ada di pikiran dan hatiku. Terima kasih untukmu yg selalu menjadi inspirasiku. Terima kasih. Untuk apa lg aku berterima kasih? Apa sudah cukup aku mengatakannya? Kurasa belum. Tp apa lg? Terima kasih untuk apa? Karena apa? Kata2 di otakku sampai habis memikirkannya. Tp ini semua belum cukup. Seharusnya,msh banyak terima kasih yg lain. Tp apa lg? Hah,melelahkan.
Saat ini,aku sedang bingung. Aku bingung mengapa aku bisa menjadi bingung seperti ini. Apa karena aku terlalu senang? Tp aku senang pun karena kamu bisa membuatku bingung seperti ini. Jadi apa aku bingung karena senang? Atau senang karena kebingungan? Hahaha gila. Semua sudah gila. Bahkan aku berpikir,bagaimana cara aku berpikir. Apa itu membingungkan? Atau justru menyenangkan? Hahaha dasar orang aneh. Ya,aneh sekali. Tp jangan katakan kalau aku sedang senang dikatakan orang aneh. Aku bingung. Apa kamu tahu itu? Atau kamu pun kebingungan dgn tingkahku? Hahaha,tenang,ini hanya karena cintamu itu. Ya,hanya.
Saat ini, aku sedang ragu. Ragu akan apa yg telah kulakukan. Ragu akan sikap-sikap yg telah kuperbuat. Apa aku salah? Sepertinya iya. Aku memang selalu salah. Tp kali ini bkn karena cintamu itu. Ini murni kesalahanku. Apakah aku salah telah ragu? Hah,sepertinya iya. Kamu saja sampai tdk mau menjawabnya. Apakah aku mempunyai salah yg lain? Jawab! Kamu harus menjawabnya agar aku tdk ragu lalu salah lagi,lagi,dan lagi. Ayolah,bantu aku untuk hal ini. Aku bnr2 tidak bisa untuk tidak ragu. Aku bnr2 tidak bisa untuk tidak salah. Atau kamu memang ingin aku salah? Apa iya? Tolong.
Saat ini,aku sedang bermimpi,mimpi yg sangat baik. Ya,mimpi baik,bukan indah. Karena mimpi baik itu pasti indah,sedangkan mimpi indah belum tentu baik,katamu. Makna yang sangat indah kan? Haha,mungkin. Tp tidak akan seindah mimpiku kali ini. Mimpi dimana aku terbang. Terbang ke tahun 2017. Ada apa ditahun itu? Apa yg spesial? Aku pun bingung. Yg pasti,itu mimpi yg sangat baik,indah,dan kuimpikan. Sebuah mimpi yg sangat kuimpikan. Yg kuingat ialah,disana dipajang sebuah foto hitam putih dengan figura yg sangat megah. Hahaha kamu pasti tahu foto apa itu. Dan mimpi ini ialah satu-satunya mimpi yg paling kuimpikan. Mimpi ini ialah sebuah mimpi yg sempurna. Mimpi ini ialah alasan mengapa aku menulis ini. Saat ini,saat aku merasa kamu wanita yg pantas mendampingiku nanti,aku mulai menulis dan akhirnya berhenti.


cerpen ini sebenernya buat tugas bahasa indonesia. tp gw udah buat dari lama. tiap paragraf gw buat dalam situasi berbeda. jd aga uniknya disitu menurut gw hehe. silahkan dibaca :)


kamu, lelaki yg menjadi lemah ketika menatap mata coklatnya, tengah termenung ditengah gelapnya langit biru sembari berharap tuah pohon kuat itu. kamu berkata kepada dirimu sendiri, "saya tahu bnr apa makna pohon ini. semoga saja saya....." sambil berharap pada meteora yg kebetulan tertidur ketika berjalan diatas rumahmu.

hari setelah hari itu, permintaanmu dikabulkan. kamu makin percaya akan tuah pohon pemberiannya. menurutmu, itu karena dia memberikan pohon itu dgn penuh harapan. ya, harapan agar pohon itu berguna nantinya.
"kau hrs berguna pohonku" ucapnya ketika ia menyerahkan pohon itu padamu. tentu saja kamu tdk mengerti pada saat itu. tp sekarang, kamu tau bnr arti kalimat itu.
lima hari sebelum bulan ini berakhir, kejadian itu terulang. kamu bertanya, "akankah kau melakukan sesuatu pohonku?".
tp,sudah 4 jam kamu menunggu jawaban dr pohon itu. pohon itu tentu takkan menjawab dan kamu pun tahu akan hal itu. namun, jawaban sesungguhnya yg kamu harapkan adalah sebuah senyuman darinya. sebuah hadiah yg tidak terdefinisi bahkan oleh dirimu sendiri.

kamu, lelaki yg sangat senang ketika dia tersenyum, kembali termenung karena hal itu. sudah 1 jam kamu menunggu jatuhnya meteora agar kamu bisa mengucapkan harapan. tp saat seperti itu tak kunjung tiba. di saat harapanmu mulai memudar, seseorang datang dan memberimu semangat. pohon kuat itu pun kembali bersemangat mewujudkan tuahnya seperti biasa sambil berharap kamu dapat kembali tersenyum bersama senyuman indah wanita bermata coklat itu.
dan seperti yg kamu harapkan,tuah pohon itu menjadikan dia wanita romantis. tp tak seperti kebanyakan wanita romantis lainnya. walau jarang,setiap kata sayang yg keluar dari bibirnya sangat berarti. dan kamu menyadari hal itu.


kamu,lelaki yg sangat senang bercanda bersamanya,sekarang mulai lupa merawat pohon kuat itu. memang bnr,hampir tdk ada mslh yg menghampiri mu dan kamu terlena akan hal itu. beruntungnya dirimu,pohon itu tak semanja dirimu. pohon itu tak perlu disiram ataupun dirawat sedemikian rupa. dia hanya perlu sedikit perhatianmu. dia hanya ingin kamu tdk lupa padanya. ya,hanya itu.

sampai pada suatu waktu,ketika kamu meminta pembantumu membukakan jendela untukmu,pohon kuat itu terjatuh karena terbentur siku pembantumu. dengan acuh,pembantumu hanya menyapu lantai yg kotor dan membetulkan seadanya. ketika kamu pulang ke rumah,kamu tak menyadarinya. bahkan sekedar meliriknya saja tidak ! sungguh ironi jika mengingat peran pohon kuatmu itu.

hari-hari berikutnya kamu lalui tanpa ada halangan. dan tanpa melihat pohon itu tentunya. sampai pada saat dia acuh terhadapmu dan menjawab pertanyaan2 mu dengan sangat datar,seperti kebiasaannya yg dulu, kamu mulai menatap pohon itu dan kembali berharap. tp sekarang lain. sampai 2 hari setelah kemarin, tuah pohon itu tidak ampuh. senyummu beberapa hari terakhir ini sembunyi di balik muka masammu itu. kamu hanya bisa diam dan memandang pohon kuatmu. tanpa disengaja,kamu melihat ada keganjalan di wadah pohon kuat itu. tanahnya berkurang ! dengan panik,tentunya, kamu berteriak "ibu,pupuk sama tanah dmn?". "di belakang de". terpogoh-pogoh kamu membopong tubuhmu dan tubuh pohon itu ke belakang rumahmu. dengan segera,kamu tanam ulang pohon kuat pemberiannya dan berharap dia tidak marah serta tuah pohon itu kembali. tak terasa olehmu,selama kamu mengucapkan doa,air matamu membasahi pelupuk mata yg membesar karena 2 hari terakhir ini kamu tdk tdr. untung bagimu,tak ada yg menanyakan apa penyebab air mata yg begitu tabu bagi lelaki itu sampai terjatuh.

setelah itu,kamu menaruh pohon kuat itu kembali ke atas meja belajarmu. kamu kembali beruntung. karena kejadian ini,kamu menyadari ada yg lain dr wadah pohon itu. ada sesuatu yg melingkar di wadah pohon itu. indah,sangat indah. sebuah pita violet yg sangat indah. terbesit di pikiranmu bahwa itu adalah gambaran dirinya. ya,dia yg sangat menyukai warna violet memang senang menganalogikan dirinya dgn benda2 berwarna violet. tak terkecuali pita ini. mungkin dia ingin kamu selalu mengingat dirinya. walaupun tanpa pita itu kamu akan selalu mengingatnya. setidaknya,kamu mendapat makna lain. itu bukanlah wadah biasa,melainkan analogi dirinya yg akan menjadi wadah kasih sayangmu.

kamu,yg merasa nyaman saat berada disampingnya,kembali tersenyum kecil di dalam kepedihanmu karena melihat pohon kuat itu kembali hidup. kamu seakan mendengar tawa pohon kuatmu itu. "hahaha",tawa lepasmu menyambutnya. tampak seperti tingkah orang gila yg sering kali kamu hina memang. tp kamu tak peduli. "yg penting aku senang",pikirmu. dan memang dalam 1 jam setelah itu,tawamu selalu lepas dan senang. tp hanya 1 jam. 1 jam saja. sesudah itu,tangismu lah yg lebih dominan.

Sampai pada akhirnya kamu lelah untuk berharap,kamu hanya memandang pohon kuat itu dan menangis. Kamu dan pohon kuat itu seakan saling mengerti satu sama lain. tanpa ada satu kata pun yg kau ucapkan,pohon kuat itu tau kau ingin semua kembali seperti semula. tp kali ini tak mudah. entah mengapa,tuahnya tak guna. pohon kuat itu pun tak paham. apa ini karena keacuhanmu? atau ada sebab lain?

kembali,seseorang yg sangat dkt denganmu memberi semangat. orang itu,yg selalu siap berada disampingmu,memang bkn saudara dan kekasihmu. tp,orang itu sudah berperan sebagai keduanya. perhatian,nasihat,dan semua yg kamu perlukan selalu ada dalam diri orang itu. jelasnya,orang itu selalu ada untukmu. iya kan? ya seperti pohon kuatmu itu. bedanya,orang itu tdk punya tuah. tp dia punya yg jauh lbh kuat drpd tuah pohon kuatmu. kasih sayang dan perhatian orang itu,selain darinya tentunya,jd kekuatan yg sangat kamu butuhkan dibandingkan tuah pohon kuat itu. dan karena itu pula,keyakinanmu bertambah dan keadaan mulai membaik.

hari berikutnya berjalan seperti biasa. kamu dan dia kembali mesra. kamu selalu menikmati saat seperti ini,walaupun tak hanya sekali kamu mengalaminya. mungkin karena terlalu cinta,satu hal yg selalu dilarang olehnya. "kalo pacaran,cinta sama sayang jangan 100%",ucapnya padamu. tp kamu tak bisa seperti itu. mungkin,lelaki lain bisa,tp kamu tdk. kamu lain. jika dia menyamakanmu dengan lelaki lain yg pernah dkt dengannya,dia salah. jangan membandingkanmu dengan lelaki lain,karena dia akan menemukan perbedaan besar. kamu itu lelaki sensitif yg sangat reaktif terhadap setiap responnya. kamu itu lelaki pencemburu yg sangat takut kehilangannya. kamu itu lelaki cengeng yg akan menangis jika dia marah ataupun berkata kamu salah. jangan jg membandingkan kekurangan dan kelebihanmu dgn lelaki lain. karena dia akan menemukan banyak kekuranganmu dan satu kelebihanmu. ya,kamu hanya punya satu kelebihan,yaitu cinta yg tulus yg selalu kamu berikan kpd orang yg kamu cintai.

pernah satu waktu ketika dia berkata akan pergi dgn teman lelaki lamanya,yg dulu dikaguminya, kamu hanya bisa menghela napas dan berkata iya. inginmu mungkin melarangnya,tp tak mungkin jg kamu melarangnya. apa alasanmu? butuh alasan yg kuat untuk itu tp kamu tak memilikinya,bahkan tak berani memikirkannya. lalu kamu tersenyum dan berkata pada dirimu sendiri "aku percaya".

sesampainya di rmh,kamu lgsg masuk ke kamar dan mendengarkan lagu2 dr komputermu. sambil terus merasa cemas karena tak ada kbr darinya. "kuingin kau tahu perasaanku. saat ku tahu kau masih bercintanya dengannya". begitu kamu mendengar lagu itu,sontak kamu menyeringai kecil lalu terdiam dan mulai berpikir negatif. keyakinan yg td kamu ucapkan pada dirimu sendiri seakan luntur tak berbekas. kamu rebahkan tubuhmu dan melihat pohon kuatmu. pohon itu berusaha meyakinkanmu. tp cemburu,satu kata yg sangat sulit kamu hilangkan dr perasaanmu. pohon itu tahu,pada saat ini,tuahnya tdk berpengaruh padamu. hanya dirimu sendirilah yg sanggup menghilangkan perasaan itu. tp itu harus kamu lakukan. kamu harus buktikan bahwa kamu percaya padanya. kamu hrs berusaha walaupun sangat sulit. karena kamu akan merasakan manfaatnya di akhir usahamu. untuk mengungkapkan perasaanmu, seperti biasa, kamu mulai menulis puisi.

akhirnya usahamu tdk sia2. dia dtng ke rumahmu di jingganya minggu senja hanya untuk menghiburmu. dia tahu kamu sedang cemburu dan berusaha menahannya. dia tahu kamu takut kehilangannya dan dia tahu bnr bagaimana perasaan itu. kedatangannya sungguh menghiburmu. cara dia menjelaskan keadaan saat itu sangat tegas tp halus. kejujuran dan ketulusan hatinya,tergambar dr sorot mata coklatnya yg cukup membuatmu bungkam. kamu hanya bisa tersenyum dan berkata "iya". yg tak disangka olehmu,dia ingin melihat pohon kuat pemberiannya wkt itu. kamu bawa dia ke kamarmu dan kamu tunjukkan pohon kuat itu. diambilnya pohon itu,lalu diberikan kepadamu. dia tersenyum dan berkata "ayo kita berharap". sambil memejamkan mata,kalian berdua mengucapkan harapan dalam hati kalian. dan tiba saatnya kamu membuka mata, hanya cahaya matahari yg tampak. kamu sudah tdk memegang pohon kuat itu lg. kamu sedang menyandarkan tubuhmu di kasur empukmu itu seperti minggu pagimu yg selalu kamu lalui. saat melihat ke arah pintu,kamu terkejut. sangat terkejut. dia,wanita yg paling kamu inginkan,berada di sebelahmu sambil tersenyum dan menatapmu dgn mata coklatnya. momen seperti itulah yg kamu tunggu. dan saat ini,kamu bagaikan seorang lelaki yg baru terbangun dari mimpi panjangmu. ya,mungkin itu yg sesungguhnya terjadi. "ah,biarlah" pikirmu. yg penting dia sudah ada disisimu. kemudian,kamu berikan senyuman terhangat yg pernah kamu berikan untuknya.

kamu,lelaki yg merasa beruntung memilikinya, berjalan mengikuti langkahnya dan menemukan sebuah surat yg dulu diberikannya bersama pohon kuat itu.

"Aku ngasih kamu kaktus ini supaya suatu saat kalo kita lagi punya masalah,dan bener-bener ngerasa ga punya harapan,aku pengen kamu ngeliat pohon ini supaya kamu yakin dan percaya kalo kita kuat seperti pohon ini. Kita bisa bertahan dari masalah seberat apapun seperti pohon ini yg akan tetap tegar berdiri saat yg lain mati kekeringan. Karena kita sama bahkan lebih kuat daripada pohon ini."


Kamu tersenyum,lalu melangkah mengikuti langkah wanita pendamping hidupmu itu.